Minggu, 06 Desember 2015

Hipnoterapi Diri Sendiri




Yuk dicoba yuk! 
cara gampang melakukan self hipnosis/hipnotis diri sendiri. Sebelum saya menjelaskan langkah-langkah melakukan hipnotis diri sendiri,ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu.
Apa itu Hipnotis??
Ada yang mengatakan hipnotis itu seperti keadaan tidur, tapi yang membedakan hipnotis dengan tidur adalah seseorang yang dihipnotis dapat mengikuti sugesti/saran dari penghipnotis.
Hipnotis itu sendiri dibagi 2,yaitu:
  • Hipnotis Diri Sendiri/Self Hipnosis: Seseorang dapat menghipnotis dirinya sendiri tanpa bantuan dari pakar hipnotis.
  • Stage/Street Hipnotis: Hipnotis yang dilakukan di atas panggung atau di jalan-jalan seperti yang dilakukan Romy Rafael
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinBt0f7KHHADg-1PyCmrZrN0O55yW27hkbMx65yzFteadgbUNQScNc8QmeAO8p2L_PcN3-3LgbXm2f1iQWm54LEyaE5ZMVzXIqXZmiaAeHzeRgoBwP7AR6fkYoyt9y9pMIcTqerWbJgbC5/s320/HIPNOSIS.jpg
Apa manfaat dari belajar hipnotis??
  • Kalian bisa membantu orang lain untuk mengobati berbagai penyakit,misalnya asma,berhenti dari kebiasaan buruk,phobia,dll. Ini biasanya disebut HypnoTherapy
  • Bisa membantu diri kita untuk lebih percaya diri atau semacamnya
  • Dapat menghibur orang lain dan diri sendiri,dan masih banyak lagi
Kali ini saya akan mengajarkan Tips mudah berhasil melakukan hipnotis diri sendiri,yaitu:

1. Carilah tempat yang hening/tidak terlalu banyak suara. Kalau bisa dilakukan di kamar seorang diri.

2.Kamu bisa melakukannya dengan berbaring atau duduk(bisa dilakukan sewaktu mau tidur malam)

3.Rebahkan badan kamu,perlahan-lahan rilekskan badan kamu. Rasakan mulai dari kepala sampai kaki kamu benar-benar rileks. Kamu bisa mencoba menggerakkan anggota tubuhmu seperti tangan atau kaki. Jika kamu sudah benar-benar rileks maka anggota tubuhmu akan terasa berat sekali. (point 3 dilakukan lebih kurang 15 menit)

4.Nah,agar kamu bisa lebih rileks dan santai lagi, kamu bisa menghitung mundur dari 100-1, tapi setiap hitungan mundur katakan dalam hati “Aku semakin rileks” rasakan tubuh kamu benar-benar rileks. Rasakan nafas kamu perlahan-lahan mulai teratur.

5.Jika kamu merasakan sudah sangat rileks, kamu  bisa berbicara dengan alam bawah sadar kamu. Kamu bisa mengatakan apa yang kamu inginkan. Misalnya, kamu ingin mandiri ,ingin lebih percaya diri atau kamu ingin berhenti dari kebiasaan buruk, mencegah stres,dll.

Bagaimana cara agar pesan kita diterima oleh alam bawah sadar??

Nah,ada caranya agar pesan yang kamu sampaikan dapat diterima oleh alam bawah sadar. Contohnya, jika kamu ingin berhenti merokok, kamu tidak bisa mengatakan “Mulai besok saya tidak akan merokok lagi”. Kenapa tidak bisa?karena alam bawah sadar kita tidak mengenal kata“tidak”. Jadi yang diterima oleh alam bawah sadar kita adalah “Mulai besok saya akan merokok lagi”. 

Nah,kamu bisa mengganti kata-katanya dengan “Mulai besok saya akan berhenti merokok” memiliki arti yang sama, tapi tidak menggunakan kata “tidak”. Ingat kata“tidak” sangat berpengaruh dalam proses keberhasilan self hipnosis. (sumber dari buku hipnotis). Katakan sugesti itu berulang-ulang, sampai kamu merasa sudah cukup untuk mengatakannya dan yakin dengan apa yang kamu katakan.

Ketika kamu selesai mengatakan apa yang kamu inginkan, jangan lupa kamu untuk membangunkan diri dari kondisi hipnotis. Caranya dengan menghitung 1-10 sambil mengatakan setiap hitungan berjalan maju saya akan menjadi pribadi seperti yang saya inginkan. (sambil dibayangkan pribadi yang diinginkan itu seperti apa). 
Sumber:

Sabtu, 05 Desember 2015

Fungsi Manajemen Keuangan

B. Fungsi Manajemen Keuangan 

 Bagaimana seorang manajer keuangan mampu untuk memaksimalkan nilai perusahaan? Untuk itu perlu dijelaskan tiga fungsi manajemen keuangan yang mencakup 3 (tiga) keputusan keuangan, yaitu: 

 1. Keputusan Investasi (Investment Decision)
Keputusan investasi merupakan terpenting dari keputusan lainnya dalam hubungannya dengan peningkatan nilai perusahaan. Keputusan investasi pada dasarnya adalah keputusan untuk mengalokasikan sumber dana atau akan digunakan untuk apa dana tersebut.

Fungsi penggunaan dana meliputi perencanaan dan pengendalian penggunaan asset baik asset lancer maupun asset tetap. Agar dana yang tertanam dalam masing-masing unsure asset tersebut di satu pihak tidak  terlalu kecil jumlahnya sehingga dapat mengganggu likuiditas dan kontinuitas usaha, dan di lain pihak tidak terlalu besar jumlahnya sehingga dapat menimbulkan dana yang menganggur (idle money), maka perlu dilakukan pengalokasian dana tersebut didasarkan pada perencanaan yang tepat sehingga penggunaan dana dapat dilakukan secara optimal. Efisiensi penggunaan dana secara langsung akan menentukan besar kecilnya tingkat keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut.

Dengan demikian manajer keuangan dalam menjalankan fungsi penggunaan dana harus selalu mencari alternatif-alternatif investasi untuk kemudian dianalisis, dan hasil analisis itu harus diambil keputusan alternative investasi mana yang akan dipilih. Dengan kata lain, manajer keuangan harus mengambil keputusan investasi (investment decision)

 2. Keputusan Pendanaan (Financing Decision)
Jika keputusan investasi adalah keputusan tentang penggunaan dana, maka keputusan pendanaan adalah sebaliknya, yaitu keputusan tentang bagaimana memperoleh dana untuk membiayai investasi.
Fungsi pendanaan juga harus dilakukan secara efisien. Manajer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan. Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya dari masing-masing sumber dana mempunyai konsekuensi financial yang berbeda. Oleh karena itu, manajer keuangan harus selalu mencari alternative-alternatif sumber dana atau kombinasi sumber dana yang akan dipilih. Dengan demikian manajer keuangan juga harus mengambil keputusan pendanaan (financing decision).

  3. Kebijakan Dividen (Dividend Policy)
Setelah dana diimvestasikan untuk membiayai operasi perusahaan dan mampu menghasilkan keuntungan, maka selanjutnya manajer keuangan juga akan terlibat dalam pengambilan keputusan mengenai berapa bagian dari keuntungan yang akan dibayarkan atau diberikan kepada pemilik perusahaan atau pemberi dana, dan berapa bagian yang akan diinvestasikan kembali untuk membiayai pertumbuhan atau ekspansi perusahaan.

Oleh karena itu di satu pihak, perusahaan ingin tumbuh yang berarti harus menahan sebagian keuntungan untuk diinvestasikan kembali (re-investasi), dan di lain pihak perusahaan juga ingin membayar atau memberikan sebagian keuntungannya kepada pemilik perusahaan, maka manajer keuangan harus dapat menjaga keseimbangan antara keinginan kedua belah pihak tersebut. Secara skematis, kegiatan manajer keuangan dapat digambarkan sebagai berikut:


Gambar 1,1. Kegiatan-kegiatan Utama Manajer Keuangan

Manajer keuangan perlu memperoleh dana dari pasar keuangan (panah 1). Pasar keuangan menunjukkan pertemuan antara demand dan supply akan dana. Pasar keuangan tersebut bias terjadi di sector formal seperti perbankan, asuransi, pegadaian, bursa efek dan sebagainya, disektor informal seperti rentenir, kumpulan simpan pinjam dan sebagainya. Dana yang diperoleh kemudian diinvestasikan pada berbagai asset perusahaan (panah 2). Kalau kegiatan memperoleh dana berarti perusahaan menerbitkan asset financial seperti saham, obligasi. Sedangkan kegiatan menggunakan dana (investasi) mengakibatkan perusahaan memiliki asset riil seperti tanah, gedung, mesin, peralatan, persediaan, merek dagang dan sebagainya.

Dari kegiatan menggunakan dana (investasi) tersebut, maka perusahaan mengharapkan untuk memperoleh laba (panah 3). Laba yang diperoleh perusahaan kemudian akan digunakan untuk membayar bunga pinjaman jika perusahaan ada menggunakan dana pinjaman atau jika perusahaan memperoleh dana dengan menerbitkan saham dan dijual di pasar modal berarti kemungkinan perusahaan akan membayarkan dividen kepada pemegang saham perusahaan (panah 4a). Apabila masih ada sisa laba, maka akan diinvestasikan kembali ke perusahaan (panah 4b).

Dengan demikian nampak bahwa manajer keuangan harus mengambil keputusan tentang :
a.       Penggunaan dana (keputusan investasi)
b.      Memperoleh dana (keputusan pendanaan)
c.       Pembagian laba (kebijakan dividen)

Keputusan investasi akan tercermin pada sisi asset perusahaan. Dengan demikian akan mempengaruhi struktur kekayaan perusahaan, yaitu perbandingan antara asset lancer dengan asset tetap, Sebaliknya, keputusan pendanaan dan kebijakan dividen akan tercermin pada sisi passive perusahaan. Apabila kita hanya memperhatikan dana yang tertanam dalam jangka waktu panjang, maka perbandingan tersebut disebut sebagai struktur modal. Sedangkan apabila kita memperhatikan dana jangka pendek maupun jangka panjang, perbandingannya disebut sebagai struktur financial. Keputusan pendanaan dan kebijakan dividen mempengaruhi kedua struktur tersebut.  


Sumber :
Syahyunan.2015. Manajemen Keuangan Perencanaan, Analisis dan Pengendalian Keuangan. Edisi Kedua. Medan : USU Press.