Tes Formatif 2 “Manajemen Keuangan
Internasional”
Berikut
ini artikel mengenai kontroversi kurs yuan-dolar AS (yuan adalah mata uang cina).
Angka terakhir menunjukkan deficit neraca perdagangan Amerika Serikat pada
bulan Mei 2003, terhadap Negara lainnya mendekati US$ 41,8 milyar, dengan
sekitar US$9,9 milyar dari Cina. Bagan berikut ini menunjukkan deficit neraca
perdagangan Cina dengan Negara lainnya. Nampak bahwa deficit neraca perdagangan
AS dengan Cina mencapai sekitar US$111 milyar pada tahun 2002, dan gap tersebut
melebar dengan cepat, melebihi gap dengan Negara lainnya (misal Jepang dan
masyarakat Eropa).
Pemerintah
Amerika Serikat mulai mengkhawatirkan situasi tersebut. Suatu studi menunjukkan
bahwa perdagangan bebas diberlakukan tahun 2004, cina menguasai 2/3 pasar
tekstil dan pakaian. Hasil tersebut akkan mengakibatkan 630.000 pekerja AS
kehilangan pekerjaannya, 1.300 perusahaan tekstil menutup pabriknya, dalam
periode tiga tahun.
Kenapa
terjadi demikian? Salah satu penyebabnya adalah Yuan dipatok pada Yuan 8,3/$
sejak tahun 1996. Melalui ‘depresiasi’ seperti itu, barang Cina akan lebih
murah jika dijual di Amerika Serikat. Sesudah melakukan penyesuaian inflasi,
mata uang dolar mengalami apresiasi sebesar 15,1%. Sementara mata uang Yuan
mengalami apresiasi terhadap yen dan euro sebesar 3% dan 6,2%. Karena itu deficit
perdagangan Jepang dan Eropa dengan Cina tidak seserius Amerika Serikat.
Disamping
kurs, tentu saja ada penyebab lainnya sehingga perdagangan Cina ke luar negeri
menjadi cukup kompetitif. Faktor lainnya tersebut adalah tenaga kerja. Tenaga kerja
di Cina sangat murah sehingga barang yang dihasilkan mempunyai biaya yang
rendah.
Pemerintah
Amerika Serikat meminta Pemerintah Cina untuk mengambangkan mata uang Yuan
sehingga daya saing ekspor Cina tidak terdorong oleh kurs yang ditetapkan oleh
pemerintah Cina. Pemerintah Cina selama ini berkeras tidak mau mengambangkan
mata uangnya. Alternatif lain untuk mengurangi deficit neraca perdagangan
adalah dengan meningkatkan tingkat upah tenaga kerja Cina. Jika perdagangan
Cina maju, secara teoritis akan membuat kesejahteraan masyarakat Cina menjadi
semakin maju, dan mengakibatkan tenaga kerja menjadi lebih mahal. Tenaga kerja
akan menuntut upah yang lebih tinggi. Nampaknya pemerintah Cina, seperti yang
dituduhkan oleh Negara lainnya, belum berbuat banyak untuk agenda tersebut.
Soal:
1. Jika
Anda menjadi Presiden Cina, apakah Anda
akan mengambangkan kurs Yuan/dolar? Jelaskan argumentasi Anda!
Jika saya menjadi Presiden Cina, tetapi sebenarnya
saya tidak mau menjadi Presiden Cina :-D tapi karena ini pertanyaannya maka akan
saya jawab. Yang akan saya lakukan adalah dengan membiarkan nilai tukar
mengambang. Nilai tukar yang lazim disebut dengan kurs mempunyai peran penting
dalam rangka stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Nilai
tukar yang stabil diperlukan untuk tercapainya iklim usaha yang kondusif bagi
peningkatan dunia usaha. Yang menentukan daya saing produk ekspor adalah nilai
tukar riil, kurs riil adalah harga relative dari barang-barang di antara dua Negara,
kurs riil menyatakan tingkat-tingkat dimana kita bias memperdagangkan
barang-barang dari satu Negara untuk barang-barang dari Negara lain. Dengan
membiarkan nilai tukar mengambang, maka besar kemungkinan terjadi apresiasi
nilai tukar nominal. Karena dengan diberlakukannya system nilai tukar
mengambang, nilai tukar sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang
berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran
dan permintaan. Jika produk Cina banyak diminati oleh Amerika Serikat maka
besar kemungkinan Cina tidak mengalami depresiasi lagi, karena pendapatan
ekspor telah meningkat dan otomatis upah tenaga kerja juga lebih tinggi serta
akan membuat kesejahteraan masyarakat Cina menjadi semakin maju.
2. Jika
Anda menjadi Presiden Amerika Serikat, apa yang akan Anda Lakukan? Jelaskan
argumentasinya!
Jika saya menjadi presiden Amerika Serikat, saya
akan berpihak pada Palestina dan mendamaikan Israel dengan palestina :-D. Baiklah!
Jika saya akan menjadi presiden AS dalam kasus ini yang akan saya lakukan yaitu
meningkatkan ekspor produk-produk unggulan dalam negeri serta meningkatkan daya
saing produk. Produk yang berkualitas dengan harga yang murah merupakan salah
satu daya tarik tersendiri dari produk-produk Cina. Produk-produk Cina yang
mampu melihat selera konsumen sehingga selalu dicari oleh konsumen merupakan
salah satu kelebihan produk Cina yang
pada akhirnya akan berakibat pada industry dalam negeri. Untuk itu Amerika
Serikat harus mampu memproduksi produk-produk yang berkualitas dengan harga
yang kompetitif. Jelas bahwa produk-produk local membutuhkan ide, inovasi,
solusi dan strategi bisnis jitu yang mampu meningkatkan daya saing menghadapi
produk Cina. Produsen juga dapat memperkuat brand sehingga menjadi pilihan
utama konsumen AS dan yang benar-benar menjadi unggulan dibandingkan produk
Cina. Jika produk AS menjadi unggulan, tentu AS dapat menguasai pasar beserta
harganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar